Ketika salah satu pintu hidup tertutup, maka pintu yang lain terbuka. Tetapi sayangnya, Anda terlalu lama mengenang dan menyesali pintu yang tertutup, sehingga mata dan pikiran Anda tidak melihat pintu yang sudah terbuka.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s